Review Algorithm sesi 3
Di pertemuan ke-3 algoritma & pemrograman kali ini, saya belajar tentang selection dan error types.
Selection adalah sekumpulan instruksi atau satu instruksi dapat dijalankan atau tidak dengan kondisi yang telah ditentukan.
- Selection mempunyai 4 jenis: If, If-else, switch-case, ?: operator
- If
Contoh penggunaan IF:
Syntax :
1. if (boolean expression) statement;
or
2. if (boolean expression) {
statement1;
statement2; Block of statements
……
}
Jika boolean expression menghasilkan True, maka blok statement 1 yang akan digunakan, jika False, blok statement 2 yang digunakan.
Flow chart:
berikut ini adalah flowchart IF statement
- If-else
Contoh penggunaan If-else
Syntax
if (boolean expression) statement1;
else statement2;
or
if(boolean expression) <
statement 1; < Block statement 1
statement 2; <
………
}
else {
statement 3; < Block statement 2
statement 4; <
….
}
Jika boolean expression menghasilkan True, maka blok statement 1 akan dijalankan, jika False, blok statement 2 akan dijalankan
- Switch-case
Statement ini digunakan sebagai pengganti if-else, saat jumlah tingkat if-else nested besar dan sulit dibaca.
Contoh penggunaan switch-case:
Syntax:
switch (expression) {
case constant1 : statements1; break;
.
.
case constant2 : statements2; break;
default : statements;
}
Nilai statement switch meng-evaluasikan expression dengan melihat setiap case constant value. Jika nilai expression sama dengan case constant value, maka statement terkait akan dijalankan. Jika tidak ada yang sama, statement default yang dijalankan.
- ?: Operator
Fungsinya mirip dengan statement IF, bedanya ini mengembalikan nilai.
Syntax:
condition ? then-expression : else-expression
- Go to & Label
C masih mendukung cara lama, yaitu go to statement
Syntax:
goto label;
……
label :
……
- Error types
Tipe2 error ada 4 macam, yaitu
– Compile-Time error
Error yang terjadi saat compiling program, compile error dapat dibagi menjadi 2
- Syntax error
- Semantic error
– Link-time error
Sukses disusun, tetapi menyebabkan link error, disebabkan oleh tidak ada kode object di link time.
– Run-time error
Terjadi saat eksekusi program c dan biasanya terjadi karena beberapa operasi illegal yang dilakukan oleh program.
contoh operasi illegal yang dapat menghasilkan runtime error adalah:
- Dividing a number by zero
- Trying to open a file which is not created
- Lack of free memory space
– Logical error
Adalah error yang terjadi pada output program, keberadaan logical error dapat mengarah pada output yang salah atau yang tidak diinginkan dan disebabkan oleh error di logic yang teraplikasikan di program untuk menghasilkan output yang diinginkan
Logical error tidak dapat terdeteksi oleh compiler, dan dengan demikian, programmer harus mengecek coding keseluruhan baris demi baris.



